Long road in coding,,, ya, tak terasa sudah belasan tahun saya bergelut dengan variabel, konstanta, branching, looping dan tetek bengek coding lainnya. Saya pertama kali kenal pemrograman sejak kelas 1 SMP. Waktu itu Papah membelikan kami sebuah PC “canggih” (waktu itu) yaitu Intel 286. Kami semua sangat terkesan dengan benda kotak putih nyetrum itu (apalagi kalo dipegang casingnya). Terutama dengan games Digger nya. Kami sekeluarga seringkali bertanding tinggi-tinggian skor sampe larut malem. Saya sangat terkesima sang Digger bisa berlari kesana kemari dan memusnahkan musuh dengan meriam sinar yang keluar dari mulutnya hanya dengan menekan tombol keyboard. Ajaib.
Semenjak memiliki komputer, saya seperti ketagihan, sampe-sampe Papah sering marah karena ga tidur siang asik main komputer. Semua saya utak atik sampe pernah tu komputer ngadat ga mau booting dan terpaksa manggil teknisi untuk install ulang. Program aplikasi yang populer saat itu seperti Lotus dan WS pun saya kuasai, dan semakin terasah ketika dapet “job” ngetik skripsi sodara saya dengan Wordstar (semua shortcut WS saya hapal).
Kelas 1 SMA pertama kali saya kenal dengan pemrograman. Waktu itu saya kursus Pemrograman Basic di Widyaloka yang sangat-sangat terkenal waktu itu (sekarang gimana nasibnya ya?). Disitulah saya mengenal yang namanya logika pemrograman, variabel, konstanta, pencabangan, pengulangan dst. Karena minat yang tinggi saya cepat bisa dan mendapat nilai terbaik meskipun tu sertifikat ga pernah saya ambil (sibuk pacaran, hehe).
Kuliah di jurusan Manajemen Informatika IST AKPRIND seperti masuk kelingkungan yang tidak asing bagi saya. Karena saya sudah mengenal semua materi kuliah komputer yang diajarkan. Teman-teman yang sebagian besar asing dengan komputer sepertinya takjub (betul kalimatnya?) dengan kemampuan saya, termasuk salah seorang sohib cewek yang sekarang menjadi istri saya, hehe. Saya jadi banyak teman karena mereka sering tanya-tanya tentang pemrograman, dan ujung-ujungnya minta copy source (baik ada udangnya).
Di IST Akprind lah logika pemrograman saya semakin terasah, karena jaman itu pemrograman visual belum ada, di lab kami diajarkan pemrograman tekstual seperti Turbo Pascal, QuickBasic dan Turbo C. Justru karena itulah konsep dasar logika pemrograman seorang programmer tergodok, karena untuk membuat sebuah aplikasi harus meng-coding yang kalau diprint panjangnya bisa sepanjang jalan kenangan. Beda dengan mahasiswa sekarang yang tinggal klik langsung jadi aplikasi tanpa pernah tau bagaimana jeroannya. Parahnya mahasiswa sekarang bingung kalau dikasih problem/kasus pemrograman.
Saat itu saya seperti kecanduan. Waktu itu saya jatuh cinta pada Turbo Pascal. Sepanjang hari yang saya lakukan coding dan coding, trial and error. Sampai pernah terbawa mimpi ketika belajar pointer (saking penasarannya). Saya jadi jarang gaul seperti teman-teman kebanyakan. Untungnya mereka yang sering datang ke kost karena butuh s.code kalau ada tugas (weks). Suatu ketika saya juga pernah ikut lomba pemrograman yang diselenggarakan kampus. Waktu itu saya menggunakan Turbo Vision 7.0. Meskipun tidak menang, saya mendapat pengalaman berharga dan jadi dekat dengan kakak kelas pengurus himpunan jurusan yang mensupport saya. Mereka juga banyak mentransfer ilmu terutama sejak saya menjadi asisten lab.
Selepas kuliah saya menjadi programmer lepas di beberapa perusahaan. Waktu itu saya masih sangat hijau dan tidak tau bagaimana pricing sebuah software. Software manufaktur yang saya buat dengan Access untuk perusahaan Exportir Mebel di Jogja hanya saya hargai 2 juta rupiah !! Demikian juga nasib program yang lainnya yang saya jual dengan sangat-sangat murah.
Sampai saat ini saya masih bergelut dengan coding dan sepertinya tidak akan pernah usai hingga batasnya. Saat ini saya berkecimpung di dunia web setelah mendalami PHP sekitar setahun lalu. Pacar lama, Delphi, masih saya kencani sampai kapanpun.
Akhir kata saya ingin berpesan terutama kepada para mahasiswa sekarang, jangan terlalu dimanjakan dengan bahasa visual. Bahasa pemrograman hanyalah sebuah tools. Yang terpenting adalah penguasaan konsep programming logic, yaitu variabel, konstanta, branching, looping. Apapun languagenya, minumnya tetap itu itu aja (emangnya Sosro,,,). Kalau programming logic telah dikuasai, bahasa pemrograman apapun pasti bisa, karena yang berbeda hanyalah bahasa dan tampilan editornya (IDE). Jadilah programmer sejati dengan menguasai basic logic pemrograman. .NET, Java dan PHP adalah masa depan, jadi jangan ketinggalan kereta, pelajari dan kuasai.
thanks bgt ya buat artikelnya,sangat membantu bgt waktu aq ngerjain tugas
klo ada ym minta donk,buat sharing sewaktu waktu
add aq di stubborngirl832003@yahoo.com
By: dhebys on November 27, 2007
at 4:45 am