Posted by: Rofiq Siregar | May 12, 2007

Pengenalan Enterprise Manager

Enteprise Manager merupakan salah satu tools yang terdapat pada SQL Server 2000. Program ini digunakan untuk melakukan hal-hal yang berkaitan dengan manajemen database SQL Server, seperti pembuatan database dan table, melihat record, menghapus record dan seterusnya. Mari kita bahas operasi dasar penggunaan Enterprise Manager.

Setelah SQL Server 2000 Anda install, untuk memulai Enterprise Manager klik Start > All Programs > Microsoft SQL Server > Enterprise Manager.

Buka Console Root > Microsoft SQL Servers > SQL Server. Jika service belum running, klik kanan pada icon lalu klik Connect.

Sekarang buka folder LOCAL. Untuk mengetahui database yang terdaftar, buka folder Database

Pada daftar database tersebut terdapat database system (milik SQL Server) serta database user. Database system yaitu : master, model, msdb dan tempdb.

Untuk meng-hidden database system, klik kanan pada folder LOCAL lalu pilih Edit SQL Server Registration Properties kemudian hilangkan check Show system databases and system objects lalu klik OK.

Sekarang mari kita eksplorasi salah satu database sample yang diberikan SQL Server yaitu database Northwind. Buka folder Northwind dan perhatikan struktur didalamnya sbb:

 

Membuat database baru
Tahapan untuk membuat database baru adalah:

Klik kanan pada ikon Database lalu pilih New Databaseâ€

Pada tab General isikan nama databasenya di field Name. Misalkan akademik


Di SQL Server, database disimpan dengan ekstensi .mdf dan nama filenya ditambahkan _Data. Jadi file database akademik adalah akademik_Data.mdf. File tersebut disimpan difolder C:\Program Files\Microsoft SQL Server\MSSQL\data.

Jika ingin merubah lokasi file database, klik tab Data Files, lalu klik ikon [â€] pada kolom Location. Pilih lokasi yang baru lalu klik OK.

Klik OK untuk membuat database.

Sebagai tambahan, kita dapat menentukan apakah database dapat bertambah ukurannya atau kita membuat batasan ukuran maksimal database. Pada tab Data Files terdapat option Automatically grow file. Opsi ini harus di centang, karena jika tidak maka database tidak akan bisa ditambahi object baru maupun record baru. Opsi ini mempunyai sub-opsi sbb

 

File growth – In megabytes
Database bisa bertambah ukurannya dalam satuan megabytes. Apabila ukuran database sudah mencapai ukuran tersebut, SQL Server otomatis menambahkan sesuai angka yang diisikan.
File growth – By percent
SQL Server menambahkan ukuran database sebesar x persen dari ukuran semula.
Maximum file size – Unrestricted file growth
SQL Server tidak membatasi ukuran maksimal file database.
Maximum file size – Restrict file growth (MB)
SQL Server membatasi ukuran maksimal file database (dalam ukuran Megabyte). Apabila ukuran file telah mencapai maksimal ukuran yang ditentukan maka database tersebut tidak bisa ditambahi object maupun record baru.

Membuat table baru
Sebagai latihan kita akan membuat beberapa table dengan stuktur sbb:

Nama Table: prodi
– kdprodi varchar(5) Not null
– nmprodi varchar(30) Not null

Nama Table: mhs
– nim varchar(10) Not null
– nama varchar(30) Not null
– alamat varchar(100) Nullable
– kdprodi varchar(5) Not null

Catatan: nama table maupun nama field boleh huruf besar/kecil atau gabungannya dan boleh menggunakan spasi. Namun disarankan jangan menggunakan spasi untuk memudahkan dalam pemrograman nantinya.

Langkah pembuatan table prodi:

Klik kanan pada ikon akademik (database yang baru kita buat) dan pilih menu New > Table. Atau bisa juga dengan membuka folder akademik lalu mengklik kanan folder Tables dan memilih menu New Table

Isikan Column Name, Data Type, Length dan Allow Nulls seperti struktur table prodi diatas

Untuk menyimpan struktur klik ikon , isikan prodi lalu klik OK. Tutup window dengan mengklik ikon x dipojok kanan atas (bukan x merah) atau tekan Ctrl-F4

Untuk latihan, silahkan coba sendiri pembuatan table mhs.

Membuat keys

Sekarang kita akan menambahkan prmary key (PK) pada table prodi dan mhs. PK pada table prodi adalah kdprodi dan PK pada table mhs adalah nim. Selain PK, ditable mhs kita akan membuat indeks untuk field kdprodi. Indeks ini akan digunakan untuk sebagai foreign key pada relasi table (tentang relasi pembahasannya menyusul)

Langkah pembuatan PK untuk table prodi:

Buka folder akademik > Tables. Klik kanan pada table prodi dan pilih menu Design Table

Klik kanan pada field kdprodi dan pilih menu Set Primay Key. Ikon bergambar anak kunci warna kuning akan muncul

Simpan struktur table (Silahkan coba sendiri pembuatan PK untuk table mhs)

Sedangkan untuk membuat indeks pada field kdprodi table mhs, caranya:

Buka folder akademik > Tables. Klik kanan pada table mhs dan pilih menu Design Table. Lalu klik kanan disembarang field lalu pilih menu Indexes/Keys

Klik [New] lalu pada Column Name pilih kdprodi

Klik [Close] untuk menyimpan indeks tersebut dan simpan struktur table

Membuka dan mengisi record table

Untuk membuka table dan mengisi record, klik kanan pada nama table lalu pilih menu Open Table > Return All Rows.

Isilah record table prodi sbb:

Dan isilah record table mhs sbb:

Menambah field

Misalkan kita ingin menambah field notelp varchar(20) dibawah field alamat pada table mhs, caranya sbb

Buka folder akademik > Tables. Klik kanan pada table mhs dan pilih menu Design Table. Klik kanan pada field kdprodi dan pilih menu Insert Column

Isilah notelp, varchar(20) dan Allow Nulls Yes seperti gambar berikut:

Simpan struktur table

Membackup database

Backup database sangatlah penting dilakukan sebagai antisipasi terhadap kemungkinan rusaknya database kita. SQL Server 2000 memiliki beberapa mekanisme backup yaitu dengan Backup Database, Detach Database ataupun dengan cara Generate SQL Script dan Export Data.

Backup Database
Pembuatan backup dengan fasilitas Backup Database dilakukan SQL Server dengan cara mengkompresi database beserta object dan record didalamnya menjadi satu buah file backup. Teknik kompresi yang digunakan adalah teknik SQL Server sendiri , jadi jangan harap file kompresi tersebut bisa Anda buka dengan Winzip maupun Winrar 🙂

Berikut langkahnya:
Klik kanan pada database akademik dan pilih menu All Tasks > Backup Database

Pada window backup, klik [Add]

Klik ikon [,,,] pada isian File Name. Isilah nama file backup pada field File Name, misalnya akademik.bak (ekstensi bebas). Anda juga bisa memilih lokasi yang lain. Klik [OK] 2x. Pilih opsi Overwrite existing media lalu klik [OK] untuk memulai proses backup. Setelah selesai akan muncul pemberitahuan The backup operation has been completed successfully

Detach Database
Yang dimaksud dengan Detach Database adalah melepas ikatan sebuah database dari system SQL Server. Sebelumnya perlu saya jelaskan tentang “ikatan†ini. Dalam system SQL Server, kernel (inti) SQL Server selalu memiliki catatan tentang object-object yang dimilikinya, salah satunya adalah database.Informasi ini disimpan dalam object-object system. Dengan demikian, sebuah database selalu terikat dengan informasi kernel tersebut, sehingga kita tidak bisa sembarangan menghapus file database (mdf nya) apalagi mengkopi file mdf ke folder C:\Program Files\Microsoft SQL Server\MSSQL\data (jangan harap nama database tersebut akan muncul di folder SQL Server). Nah, mulai SQL Server 2000, diperkenalkan menu Detach Database yang dapat digunakan untuk melepaskan ikatan tersebut secara aman.

Berikut langkahnya:
Klik kanan pada database akademik dan pilih menu All Tasks > Detach Database

Klik [OK] untuk memulai proses Detach hingga muncul pemberitahuan Detaching database has completed successfully

Perhatikan sekarang database akademik telah menghilang dari struktur folder SQL Server. Selanjutnya, Anda bisa mengkopi file akademik_Data.mdf ke tempat lain sebagai file backup.

Generate SQL Script dan Export Data
Mekanisme backup terakhir ini sedikit lebih rumit. Pada Generate SQL Script, SQL Server akan membuatkan perintah-perintah SQL pembentuk database dan table-table. Hasilnya dapat disimpan ke file. Sehingga dengan bermodalkan file tersebut Anda dapat membangun kembali struktur database dan object-objectnya secara utuh seperti sedia kala. Tetapi tanpa record-recordnya. Nah untuk recordnya bisa dilakukan dengan cara Export Data. Dengan demikian kedua-duanya sebaiknya Anda kerjakan.

Berikut langkah Generate SQL Script :
Klik kanan database Akademik dan pilih menu All Tasks > Generate SQL Scripts

Pada window yang muncul klik dulu [Show All]

Pilih opsi Script All Objects. Klik tab Options. Beri check pada opsi berikut:

Klik [OK] kemudian isilah nama filenya missal akademik.sql. Klik [Save] untuk memulai proses. Tunggu hingga muncul message Scripting was completed successfully.

File akademik.sql bisa dibuka dengan editor teks seperti notepad.

Lanjutkan dengan proses Export Data :
Klik kanan database Akademik dan pilih menu All Tasks > Export Data. Klik [Next] pada window yang muncul

Pada window selanjutnya, isilah Data Source dengan Microsoft OLE DB Provider for SQL Server, dan pada field Database pastikan database akademik sudah terpilih.Klik [Next[

Di window selanjutnya kita harus menentukan format file hasil exportnya. SQL Server 2000 bisa mengeksport ke berbagai format file. Sebaiknya pilihlah format file excel. Pilihlah Microsoft Excel 97-2000 pada field Destination. Pada isian File name ketikkan lokasi dan nama file excelnya. Nama file tersebut boleh file baru atau file lama, tapi sebaiknya gunakan file baru agar hasil export tidak tumpuk dengan yang lama (file xls yang lama hapus saja). Sebagai contoh isilah C:\akademik.xls pada File name nya. Klik [Next]

Pilih opsi Copy table(s) and view(s) from the source database. Artinya semua table dan view akan diexport (tentang view penjelasnnya menyusul). Klik [Next]

Klik [Select All] lalu klik [Next]. Pilih Run immediately (export akan langsung dikerjakan). Klik [Next] lalu [Finish]. Tunggu hingga muncul message Successfully copied†dst


Merestore database

Restore merupakan kebalikan dari proses backup. Yaitu mengembalikan struktur basis data beserta record-recordnya yang dibaca dari file backup. Seperti halnya proses backup, SQL Server 2000 memiliki 3 mekanisme restore, yaitu melalui menu Restore, Execute SQL Script dan Import Data serta dengan menu Attach.

Sebelum merestore database akademik, hapus dulu database tersebut dengan mengklik kanan pada database akademik lalu pilih Delete (jangan lupa membackupnya dulu)
Menu Restore Database
Klik kanan pada folder Database, pilih menu All Tasks > Restore Database.
enterprise38.jpg

Setelah SQL Server 2000 Anda install, untuk memulai Enterprise Manager klik Start > All Programs > Microsoft SQL Server > Enterprise Manager.

Buka Console Root > Microsoft SQL Servers > SQL Server. Jika service belum running, klik kanan pada icon lalu klik Connect.

Sekarang buka folder LOCAL. Untuk mengetahui database yang terdaftar, buka folder Database

Pada daftar database tersebut terdapat database system (milik SQL Server) serta database user. Database system yaitu : master, model, msdb dan tempdb.

Untuk meng-hidden database system, klik kanan pada folder LOCAL lalu pilih Edit SQL Server Registration Properties kemudian hilangkan check Show system databases and system objects lalu klik OK.

Sekarang mari kita eksplorasi salah satu database sample yang diberikan SQL Server yaitu database Northwind. Buka folder Northwind dan perhatikan struktur didalamnya sbb:

 

Membuat database baru
Tahapan untuk membuat database baru adalah:

Klik kanan pada ikon Database lalu pilih New Databaseâ€

Pada tab General isikan nama databasenya di field Name. Misalkan akademik


Di SQL Server, database disimpan dengan ekstensi .mdf dan nama filenya ditambahkan _Data. Jadi file database akademik adalah akademik_Data.mdf. File tersebut disimpan difolder C:\Program Files\Microsoft SQL Server\MSSQL\data.

Jika ingin merubah lokasi file database, klik tab Data Files, lalu klik ikon [â€] pada kolom Location. Pilih lokasi yang baru lalu klik OK.

Klik OK untuk membuat database.

Sebagai tambahan, kita dapat menentukan apakah database dapat bertambah ukurannya atau kita membuat batasan ukuran maksimal database. Pada tab Data Files terdapat option Automatically grow file. Opsi ini harus di centang, karena jika tidak maka database tidak akan bisa ditambahi object baru maupun record baru. Opsi ini mempunyai sub-opsi sbb

 

File growth – In megabytes
Database bisa bertambah ukurannya dalam satuan megabytes. Apabila ukuran database sudah mencapai ukuran tersebut, SQL Server otomatis menambahkan sesuai angka yang diisikan.
File growth – By percent
SQL Server menambahkan ukuran database sebesar x persen dari ukuran semula.
Maximum file size – Unrestricted file growth
SQL Server tidak membatasi ukuran maksimal file database.
Maximum file size – Restrict file growth (MB)
SQL Server membatasi ukuran maksimal file database (dalam ukuran Megabyte). Apabila ukuran file telah mencapai maksimal ukuran yang ditentukan maka database tersebut tidak bisa ditambahi object maupun record baru.

Membuat table baru
Sebagai latihan kita akan membuat beberapa table dengan stuktur sbb:

Nama Table: prodi
– kdprodi varchar(5) Not null
– nmprodi varchar(30) Not null

Nama Table: mhs
– nim varchar(10) Not null
– nama varchar(30) Not null
– alamat varchar(100) Nullable
– kdprodi varchar(5) Not null

Catatan: nama table maupun nama field boleh huruf besar/kecil atau gabungannya dan boleh menggunakan spasi. Namun disarankan jangan menggunakan spasi untuk memudahkan dalam pemrograman nantinya.

Langkah pembuatan table prodi:

Klik kanan pada ikon akademik (database yang baru kita buat) dan pilih menu New > Table. Atau bisa juga dengan membuka folder akademik lalu mengklik kanan folder Tables dan memilih menu New Table

Isikan Column Name, Data Type, Length dan Allow Nulls seperti struktur table prodi diatas

Untuk menyimpan struktur klik ikon , isikan prodi lalu klik OK. Tutup window dengan mengklik ikon x dipojok kanan atas (bukan x merah) atau tekan Ctrl-F4

Untuk latihan, silahkan coba sendiri pembuatan table mhs.

Membuat keys

Sekarang kita akan menambahkan prmary key (PK) pada table prodi dan mhs. PK pada table prodi adalah kdprodi dan PK pada table mhs adalah nim. Selain PK, ditable mhs kita akan membuat indeks untuk field kdprodi. Indeks ini akan digunakan untuk sebagai foreign key pada relasi table (tentang relasi pembahasannya menyusul)

Langkah pembuatan PK untuk table prodi:

Buka folder akademik > Tables. Klik kanan pada table prodi dan pilih menu Design Table

Klik kanan pada field kdprodi dan pilih menu Set Primay Key. Ikon bergambar anak kunci warna kuning akan muncul

Simpan struktur table (Silahkan coba sendiri pembuatan PK untuk table mhs)

Sedangkan untuk membuat indeks pada field kdprodi table mhs, caranya:

Buka folder akademik > Tables. Klik kanan pada table mhs dan pilih menu Design Table. Lalu klik kanan disembarang field lalu pilih menu Indexes/Keys

Klik [New] lalu pada Column Name pilih kdprodi

Klik [Close] untuk menyimpan indeks tersebut dan simpan struktur table

Membuka dan mengisi record table

Untuk membuka table dan mengisi record, klik kanan pada nama table lalu pilih menu Open Table > Return All Rows.

Isilah record table prodi sbb:

Dan isilah record table mhs sbb:

Menambah field

Misalkan kita ingin menambah field notelp varchar(20) dibawah field alamat pada table mhs, caranya sbb

Buka folder akademik > Tables. Klik kanan pada table mhs dan pilih menu Design Table. Klik kanan pada field kdprodi dan pilih menu Insert Column

Isilah notelp, varchar(20) dan Allow Nulls Yes seperti gambar berikut:

Simpan struktur table

Membackup database

Backup database sangatlah penting dilakukan sebagai antisipasi terhadap kemungkinan rusaknya database kita. SQL Server 2000 memiliki beberapa mekanisme backup yaitu dengan Backup Database, Detach Database ataupun dengan cara Generate SQL Script dan Export Data.

Backup Database
Pembuatan backup dengan fasilitas Backup Database dilakukan SQL Server dengan cara mengkompresi database beserta object dan record didalamnya menjadi satu buah file backup. Teknik kompresi yang digunakan adalah teknik SQL Server sendiri , jadi jangan harap file kompresi tersebut bisa Anda buka dengan Winzip maupun Winrar 🙂

Berikut langkahnya:
Klik kanan pada database akademik dan pilih menu All Tasks > Backup Database

Pada window backup, klik [Add]

Klik ikon [,,,] pada isian File Name. Isilah nama file backup pada field File Name, misalnya akademik.bak (ekstensi bebas). Anda juga bisa memilih lokasi yang lain. Klik [OK] 2x. Pilih opsi Overwrite existing media lalu klik [OK] untuk memulai proses backup. Setelah selesai akan muncul pemberitahuan The backup operation has been completed successfully

Detach Database
Yang dimaksud dengan Detach Database adalah melepas ikatan sebuah database dari system SQL Server. Sebelumnya perlu saya jelaskan tentang “ikatan†ini. Dalam system SQL Server, kernel (inti) SQL Server selalu memiliki catatan tentang object-object yang dimilikinya, salah satunya adalah database.Informasi ini disimpan dalam object-object system. Dengan demikian, sebuah database selalu terikat dengan informasi kernel tersebut, sehingga kita tidak bisa sembarangan menghapus file database (mdf nya) apalagi mengkopi file mdf ke folder C:\Program Files\Microsoft SQL Server\MSSQL\data (jangan harap nama database tersebut akan muncul di folder SQL Server). Nah, mulai SQL Server 2000, diperkenalkan menu Detach Database yang dapat digunakan untuk melepaskan ikatan tersebut secara aman.

Berikut langkahnya:
Klik kanan pada database akademik dan pilih menu All Tasks > Detach Database

Klik [OK] untuk memulai proses Detach hingga muncul pemberitahuan Detaching database has completed successfully

Perhatikan sekarang database akademik telah menghilang dari struktur folder SQL Server. Selanjutnya, Anda bisa mengkopi file akademik_Data.mdf ke tempat lain sebagai file backup.

Generate SQL Script dan Export Data
Mekanisme backup terakhir ini sedikit lebih rumit. Pada Generate SQL Script, SQL Server akan membuatkan perintah-perintah SQL pembentuk database dan table-table. Hasilnya dapat disimpan ke file. Sehingga dengan bermodalkan file tersebut Anda dapat membangun kembali struktur database dan object-objectnya secara utuh seperti sedia kala. Tetapi tanpa record-recordnya. Nah untuk recordnya bisa dilakukan dengan cara Export Data. Dengan demikian kedua-duanya sebaiknya Anda kerjakan.

Berikut langkah Generate SQL Script :
Klik kanan database Akademik dan pilih menu All Tasks > Generate SQL Scripts

Pada window yang muncul klik dulu [Show All]

Pilih opsi Script All Objects. Klik tab Options. Beri check pada opsi berikut:

Klik [OK] kemudian isilah nama filenya missal akademik.sql. Klik [Save] untuk memulai proses. Tunggu hingga muncul message Scripting was completed successfully.

File akademik.sql bisa dibuka dengan editor teks seperti notepad.

Lanjutkan dengan proses Export Data :
Klik kanan database Akademik dan pilih menu All Tasks > Export Data. Klik [Next] pada window yang muncul

Pada window selanjutnya, isilah Data Source dengan Microsoft OLE DB Provider for SQL Server, dan pada field Database pastikan database akademik sudah terpilih.Klik [Next[

Di window selanjutnya kita harus menentukan format file hasil exportnya. SQL Server 2000 bisa mengeksport ke berbagai format file. Sebaiknya pilihlah format file excel. Pilihlah Microsoft Excel 97-2000 pada field Destination. Pada isian File name ketikkan lokasi dan nama file excelnya. Nama file tersebut boleh file baru atau file lama, tapi sebaiknya gunakan file baru agar hasil export tidak tumpuk dengan yang lama (file xls yang lama hapus saja). Sebagai contoh isilah C:\akademik.xls pada File name nya. Klik [Next]

Pilih opsi Copy table(s) and view(s) from the source database. Artinya semua table dan view akan diexport (tentang view penjelasnnya menyusul). Klik [Next]

Klik [Select All] lalu klik [Next]. Pilih Run immediately (export akan langsung dikerjakan). Klik [Next] lalu [Finish]. Tunggu hingga muncul message Successfully copied†dst


Merestore database

Restore merupakan kebalikan dari proses backup. Yaitu mengembalikan struktur basis data beserta record-recordnya yang dibaca dari file backup. Seperti halnya proses backup, SQL Server 2000 memiliki 3 mekanisme restore, yaitu melalui menu Restore, Execute SQL Script dan Import Data serta dengan menu Attach.

Sebelum merestore database akademik, hapus dulu database tersebut dengan mengklik kanan pada database akademik lalu pilih Delete (jangan lupa membackupnya dulu)
Menu Restore Database
Klik kanan pada folder Database, pilih menu All Tasks > Restore Database.
enterprise38.jpg

Advertisements

Responses

  1. OK ITU AJA OK SEMUA BAHASANNYA OLEH KARENA ITU SAYA MINTA UNTUK BAPAK MENGIRIM TERUS KE EMAIL SAYA HAL-HAL YANG BERBAU SERVER KARENA SAYA SEBAGAI PEMULA INGIN MENGETAHUI BANYAK TENTANG SERVER
    TERIMAKASIH

  2. mas rofiq, database server yang cocok untuk delphi itu apa mas, mohon penjelasannya.

  3. Delphi support berbagai macam database server, jika ditanya yang cocok yang mana tentu bergantung kebutuhan. Namun pada paket instalasi Delphi, disitu Anda akan mendapati instalasi Interbase client. Database Interbase bisa Anda jadikan opsi yang bagus sebagai back-end database. Interbase cukup populer, mudah digunakan, kokoh dan aman. Terlebih lagi, pada Delphi 7 telah tersedia komponen-komponen khusus untuk interaksi ke database Interbase.Dengan menggunakan komponen Interbase, diklaim kecepatan akses program ke db Interbase akan meningkat dibandingkan menggunakan komponen TTable atau TADOQuery. Saat ini Interbase terpecah menjadi Firebird yang dikembangkan oleh komunitas sehingga gratis di download. Sedangkan Interbase tetap pada jalurnya (bayar).

    Semoga membantu…

  4. Terimakasih banyak mas infonya, saya sangat terbantu sekali..mudah-mudahan ini menjadi amal ilmu yang tak pernah putus untuk mas..amin

  5. Nice topic..
    Sekalian mau tanya, SQL server saya sepertinya mengalami crashed, sehingga terpaksa harus me-restore back up database. Akan tetapi file mdf maupun file auto backup database mengalami torn page. Masih beruntung saya punya file back up hasil back up.
    Bagaimana cara mengatasi torn page? Untuk jaga-jaga ke depan apabila crsahed terjadi.
    Terima kasih.

  6. matikan aja fasilitas torn page dengan me-run command berikut dari Query Analyzer:

    exec sp_dboption ‘model’, ‘torn page detection’, ‘false’

    ada baiknya selain autobackup database mas buat juga file SQL dari menu Generate SQL Script, kemudian backup juga semua isi table dengan meng-export ke excel ato mdb.

    semoga membantu…

  7. Gimana caranya untuk duplikasi table (data&structure) dari database sql server yang satu ke database sql server yg lain.
    jadi di server1.database.table1=server2.database2.table1.

    thanks Verry much.

  8. gampang mas, ada koq fasilitasnya di en.manager, namanya DTS Import/Export Wizard.

    klik kanan aja db yg mo dicopy, pilih All Task > Export Data. klik Next. di halaman Choose a Data Source pilih Database yg mo dicopy (otomatis terselect db yg diklik kanan tadi). klik next. dihalaman ini pilih pada combo Database trus isikan nama databasenya, klik OK.

    klik next 2x trus tekan Select All, klik next, next, finish, jadi deh.

    gampang kan ??


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: